Titik Balik

Januari 23, 2016

0

Dalam fiksi (novel, cerpen, cerber, novella, dll), kita mengenal momen yang bernama TTIK BALIK. Ia adalah momen, di mana sang tokoh utama menentukan langkah penting yang kelak akan mempengaruhi jalan hidupnya. Setidaknya, ada DUA momen Titik Balik yang bisa kita temukan dalam naskah fiksi. Yang pertama, ketika sang Tokoh Utama mendapat motivasi/alasan guna melangkah memasuki […]

A Void, Communal, Memories (3)

Januari 4, 2016

6

Dalam kepercayaan kami, 40 hari sebelum seseorang meninggal, sehelai daun jatuh di Arsy, di langit tempat segala ketetapan dibuat. Setiap orang akan merasa, kapan waktunya tiba. Dan secara naluriah, mereka akan “memberitahu” orang-orang di sekelilingnya, terutama keluarga. Setelah rampung segala perhelatan, dan tamu-tamu sudah pergi, kami menelusuri lagi masa silam. Terutama saat menjelang wafatnya Ibu. […]

A Void, Communal, Memories (2)

Januari 1, 2016

8

Juru kunci pemakaman itu sudah sering melihat orang datang dan pergi. Ia hapal, siapa saja keluarga dari mendiang yang dimakamkan di kompleks pemakaman sederhana tersebut. Beberapa diantaranya adalah keluarga kami dari pihak Ibu. Ketika mendengar nama Ibu, dengan segera sang juru kunci itu mengenalinya. “Oh, dari keluarga ini,” ujarnya. “Baik, baik. Kita persiapkan.” Pembicaraan tentang […]

A Void, Communal, Memories (1)

Desember 29, 2015

8

“Harapan untuk pulih tinggal 10%,” ujar dokter kepada kakakku. “Sepuluh persen yang seperti apa?” tanya kakakku. Aku juga bertanya lewat pesan elektronik. Bagaimana kepastiannya? Berapa lama harus dirawat? Apalagi yang harus dilakukan? Apakah dokter bisa memprediksi, berapa lama kemungkinan usia Ibu? Dan sebagainya. Bagi dokter, memutuskan nasib seorang pasien, bisa jadi dilema. Sesuatu yang terkadang […]

Setelah 25 Hari Restruktur Nama

Juli 24, 2015

2

Sheesh…. setelah 25 hari, saya harus mulai lagi menulis dari awal, karena luput menulis satu hari dari target 99 hari. Untung masih 25 hari. Coba kalau luput nulisnya pada saat hitungan ke 98 hari. Bisa nangis darah betul. Anyway, secara umum, perubahan yang sudah ada sebelumnya, masih tetap nampak. Tidak ada lonjakan yang tiba-tiba atau […]

Setelah 11 Hari Restruktur Nama

Juli 9, 2015

0

Bagiku, tidak terlalu sulit untuk menerima konsep ganti nama demi perubahan nasib, keberuntungan, atau kesehatan. Tradisi Jawa (dan sepertinya ini juga tradisi umum di Indonesia) mempercayai itu, dan bahkan ada upacara khusus bila seseorang hendak mengganti nama. Pamanku bilang, harus ada bubur lima warna. Sumber lain bilang, harus ada semacam tumpeng bancakan, dengan jenis lauk […]

Name, Fate, Pray

Juni 30, 2015

0

Ada salah satu kepercayaan orang di Indonesia, yakni mengganti nama anak, untuk memperbaiki nasib atau kesehatan. Misalnya, jika ada anak yang sering sakit-sakitan, oleh orangtua atau sesepuh keluarga, si anak diberi upacara ganti nama dan didoakan. Dari beberapa cerita, konon cara itu manjur. Almarhum bapakku termasuk yang mendapatkan upacara ini. Awalnya, beliau diberi nama Idris, […]

Estranged

Juni 10, 2015

0

Temanku bercerita tentang kawan kuliahnya yang asal Cina. Mereka berdua saling menelepon, setelah beberapa waktu terpisah usai masa kelulusan. Yang mereka bicarakan sama; yakni perasaan asing yang dihadapi, ketika pulang kembali ke negara asal masing-masing. “She felt estranged from her home country, just like me,” ujarnya. Perasaan terasing dari negara asal, kerap dialami oleh mereka […]

Kehilangan

Mei 24, 2015

0

Wills Memorial Park, Maryland, 22 Mei 2015. Musim semi mungkin masih menampakkan sisa-sisanya di taman itu, dengan guguran kelopak bunga yang melayang lembut terdampar, dan terserak di bumi. Jika di taman itu ada pohon maple, mungkin biji-bijinya yang bersayap tipis sedang luruh, terbang berputar seperti kincir, sekilas mirip laron yang beterbangan. Beberapa orang melihat seorang […]

Imigran (3)

Mei 23, 2015

0

“Ya ampun, mereka ada di mana-mana ternyata!” seru perempuan muda itu ketika aku bercerita tentang Wahhabisme di Indonesia. Ia Nabila, perempuan Irak yang datang ke negara ini sebagai pengungsi. Orangnya feminin, dan tampak terpelajar. Aku mengenalnya saat di sekolah, sedang menjemput anaknya. Dari bertukar nomor telepon, akhirnya aku bertandang ke apartemennya. Nabila bercerita banyak tentang […]