Browsing All Posts filed under »Memoir Writing«

I am Happy to be Myself

Mei 17, 2020

2

Lama tidak nongol di medsos, justru pada saat sedang bahagia banget. Aneh, ya? Padahal biasanya, ada kejadian yang bikin hepi sedikit saja, jari udah gatel aja pengen nulis dan klik “publish”, lalu pesta dengan teman-teman, membalas setiap komen dan diskusi di japri. Tapi itulah yang terjadi. I am really happy, dan perasaan itu begitu lekat, […]

Mereka yang Kehilangan Diri Itu

April 17, 2020

0

Saya mendapat masalah serius, yang berawal dari kesalahan sendiri. Yakni, karena saya mengharapkan orang lain bisa berpikir seperti halnya saya. Bisa mengerti apa yang saya maksud, saya tuju, dan bisa mengubah diri mereka sesuai harapan, dengan cara yang saya maui. Well, it was a big, big mistake.  Tidak saja saya gagal bikin mereka berubah. Yang […]

Debunk, Demystifying, and Becoming Whole

Maret 20, 2020

0

Tempo hari ada yang bertanya, “Apa mbak langsung percaya dengan segala sesuatu yang dikatakan oleh para non-manusia itu?” Jawab saya, “Tidak. Saya selalu cross-check dengan sumber lain.” Cross-check sangat penting, dan bisa membantu untuk “debunk”, alias membongkar alasan di balik setiap ketidakkonsistenan. Sebab, tidak semua informasi yang disampaikan non-manusia itu valid. Banyak yang ngibul, menipu, […]

It Ain’t Easy Being Different

Maret 15, 2020

0

Udah makan korban lagi malam ini, wkwkwkwk…. banyak pula. Setelah sebelumnya saya menyaksikan seseorang yang saya hormati sejak dulu jadi hilang, sekarang yang dicongkelin adalah beberapa orang yang saling berkirim kode. Anyway, ini salah satu yang tidak saya sukai dari “menjadi berbeda”. Whatever lah istilahnya. Indigo kek, crystal kek, diamond kek, pelaku spiritual kek… Apa […]

Indigo, Saka, dan Misi

Februari 24, 2020

0

Sentuhan dengan dimensi lain, bukan monopoli orang Indigo saja. Orang biasa pun bisa mengalaminya. Mereka mendapatkan pengalaman itu, berdasarkan memori dalam darah mereka, yang diturunkan dari nenek moyangnya. Pengalaman hidup tertentu, bisa terpatri lama dalam sel otak maupun sel lain di badan, yang kemudian nanti akan diwariskan. Contoh paling klasik adalah memori kita tentang Ular, […]

Tentang Cinta yang Lebih dari Sekedar Cinta (bagian 2)

Februari 21, 2020

6

Selain A, B, dan C, ada sosok lain yang cukup intens mewarnai hidupku, empat tahun belakangan ini. Aku panggil dia dengan sebutan Dei, alias D. Berbeda dengan tiga orang sebelumnya, D tak mudah kugambarkan. Segala hal tentang D, imbasnya serba raksasa. Ambisi, selera, penampilan, hingga ke soal cinta. Apapun yang melekat di tubuhnya, meskipun sederhana, […]

Tentang Cinta yang Lebih dari Sekedar Cinta

Februari 18, 2020

0

Ada tiga teman istimewa yang pernah mampir dalam kehidupanku. Yang pertama, si A. Orangnya serius, tidak banyak cakap, pemikir, dan pintar tentu saja. Ia tidak banyak menggubris hal-hal remeh di sekitarnya. Seandainya ada ayam berantem dan berkejaran, paling hanya dia lirik sekilas dan bergumam pendek, “Hmm.” Setelah itu, dia kembali memusatkan perhatian pada pekerjaannya, bermeditasi, […]

Sang Pilihan

Januari 23, 2020

2

Ada teman yang bertanya, “Siapa sebenarnya gurumu? Yang sering kau sebut-sebut dalam tulisanmu itu?” “Guruku adalah Sang Pilihan,” jawabku. Ia bermula dari sebuah takdir yang terjadi nun jauh di masa lalu. Bagian dari perang abadi antara Tuhan dan Iblis. Ketika Loba diciptakan Tuhan untuk dikendalikan oleh manusia, namun sang manusia membiarkannya berkelindan menguasai pikiran dan […]

Leave The Past Behind

Oktober 19, 2017

2

Kurasa setiap orang pasti mengalami hal sama. Ketika sedang terkepung masalah, kita menjadi kurang toleran terhadap orang lain. Kita tak segera bisa mengerti, mengapa ditimpa masalah berat, mengapa tetap mengalami hal yang berulangkali berusaha kita hindari. Aku pun demikian. Ketika sedang di puncak kekacauan akibat warisan kemelut perjanjian masa lalu yang tak kuketahui ujung pangkalnya, […]

ShapeShifters: Antitesa (7)

Oktober 17, 2017

2

“Tibb Al-Nabawi itu sebenarnya anakronisme, mbak. Makanya nggak ada yang ngomong soal konten Tibb Al-Nabawi di tataran ilmiah. Demikian juga dengan rukyah. Karena ya emang nggak ilmiah.” Demikian kata sepupuku, ketika aku menanyakan padanya tentang literatur penggunaan rukyah dan teknik pengobatan di jaman Nabi, yang dicantumkan dalam literatur berjudul Tibb Al-Nabawi. “Itu cuma kumpulan hadist […]