Name, Fate, Pray

Posted on Juni 30, 2015

0


antique islamic persian divination bowlAda salah satu kepercayaan orang di Indonesia, yakni mengganti nama anak, untuk memperbaiki nasib atau kesehatan. Misalnya, jika ada anak yang sering sakit-sakitan, oleh orangtua atau sesepuh keluarga, si anak diberi upacara ganti nama dan didoakan. Dari beberapa cerita, konon cara itu manjur.

Almarhum bapakku termasuk yang mendapatkan upacara ini. Awalnya, beliau diberi nama Idris, mengambil nama salah seorang Nabi. Namun sewaktu kecil, kesehatan beliau buruk. Sering sakit-sakitan, juga kurus. Kemudian oleh keluarganya, beliau diberi nama lain, yakni Hasjim. Dan entah karena pengaruh sugesti nama baru itu, atau pengaruh doa, beliau akhirnya berangsur sehat, dan malah jadi bandel banget. Tapi nampaknya Nenek dan Kakek oke-oke saja dengan itu.

Mengubah nama untuk menentukan skenario hidup, sudah jamak dilakukan orang. Para agen rahasia, misalnya. Mereka punya stok berbagai nama, lengkap dengan skenario peran yang harus dijalani. Begitu pakai nama tertentu, segala identitas berubah total, termasuk “riwayat hidup” mereka. Tidak ada lagi identitas sebelumnya, hingga tugas yang mereka emban selesai.

Dalam hal memperbaiki nasib, memahami karakter, atau menentukan unsur “Luck” dalam hidup, ini termasuk dalam Divinatory Arts, atau seni memprediksi berdasarkan hitungan tertentu, digabungkan dengan astrologi, kepercayaan tentang pengaruh kekuatan alam, dan juga penggalan doa dari kitab suci.

Dalam khasanah kultur Jawa, ada proses hitung-hitungan tanggal lahir atau Weton. Dalam tradisi Cina, ada yang namanya prinsip Wu Xing, untuk menentukan nama sesuai karakter bulan dan tahun lahir. Penganut Kaballah punya 10 angka, yang menjadi simbol dari kekuatan awal di semesta. Tradisi masyarakat Islam di Persia, pada masa dinasti Safavid, memiliki khasanah divinatory arts, berupa mangkuk bergambar (Divination Bowl), yang berisi ukiran simbol konstelasi bintang, simbol berupa nomor, plus doa atau ayat dari kitab suci. Divination Bowl ini juga jamak ditemui pada masyarakat di Afrika lainnya, yang bergambar simbol dunia ruh.

Sekitar sebulan yang lalu, saya iseng mengecek nama. Ini karena ada kesempatan untuk mengubah nama secara permanen di sini. Dan karena ada peluang itu, saya pikir, kenapa tidak dimanfaatkan? But, it has to be right. Karena ganti nama hanya sekali, dan itu harus benar-benar sempurna (Yep, obsesifku kambuh lagi).

Mulailah saya mengecek nama berdasarkan prinsip Wu Xing. Yang hasilnya ternyata, dalam nama asli, terdapat banyak unsur yang kurang harmonis. Kategoriku termasuk Air, sementara dalam nama, lebih banyak unsur Kayu, Api, dan Tanah. Kebakaran terus, judulnya, wkwkwk…. Karena Kayu kalau ketemu Api, jadi terbakar. Kayu, kalau ketemu Tanah, jadi kuat menancap. Sementara Air untuk memadamkan kebakaran, jumlahnya sedikit. Jadinya, ini belum seimbang Fengshuinya. Termasuk juga nama pena Julie Nava, masih belum seimbang, meskipun kadarnya tidak sebanyak di nama asli.

Akhirnya, saya utak-atik nama baru agar unsurnya lebih seimbang, dengan memasukkan unsur Air lebih banyak, plus unsur Logam. Tetapi saya belum 100% yakin. Jadi sederetan nama alternatif itu saya simpan.

Tanpa disangka, saya ketemu jodoh dengan pakar utak-atik nama, yakniNi Kadek Kristy Hellen. Ia mendalami seni tersebut, dan bahkan sampai merancang software khusus, guna memudahkan perhitungan unsur nama. Hellen menawarkan untuk merancang kombinasi nama yang sesuai, dan tentu saja saya sambut dengan antusias, “Let’s do it!”

Setelah dicek oleh Hellen, nama asli ternyata serupa hasilnya dengan hitungan sederhana Wu Xing. Ada banyak unsur bahaya di dalamnya. Sedangkan nama pena Julie Nava, lebih beruntung terutama dalam soal rejeki ( Hualooo… mbak Rahmadiyanti Rusdi, nama yang mbak kasih ke aku, bawa hoki lho, hehehehe). Namun masih ada satu unsur bahaya yang perlu dihilangkan.

Kembali Hellen merancang beberapa nama, yang sudah dipastikan bersih dan bebas dari unsur negatif, termasuk juga ritme irama bunyinya enak. Merancang nama tidak sekedar bagus di tulisan, namun juga perlu dipastikan bagus iramanya saat disebutkan.

Uniknya, hampir semua alternatif nama yang saya ajukan, berhasil dia masukkan, dengan pengubahan sedikit saja dari dia. Ada yang beneran nggak bisa masuk, dan itu oke saja. Dari sejumlah alternatif nama yang berhasil diperoleh, saya tinggal pilih. Komentar dia, “You are so lucky!” Soalnya, semua nama yang muncul bagus-bagus kombinasinya.

Nah, tahap selanjutnya adalah proses menginternalisasi perubahan baru. Perlu waktu sekitar tiga bulan untuk melihat efek dari penggunaan nama baru. Saya sudah memulai prosesnya selama dua hari, dan jika nanti ada perubahan nama di akun fesbuk ini, mohon jangan kaget. Itu tetap saya, hanya namanya sedang berganti, selama proses eksperimen ini.

Memilih nama adalah bagian dari proses menentukan masa depan. Sementara doa adalah pamungkasnya. Have a good name, embrace the good fate, then pray for the best result.