“Harapan untuk pulih tinggal 10%,” ujar dokter kepada kakakku. “Sepuluh persen yang seperti apa?” tanya kakakku. Aku juga bertanya lewat pesan elektronik. Bagaimana kepastiannya? Berapa lama harus dirawat? Apalagi yang harus dilakukan? Apakah dokter bisa memprediksi, berapa lama kemungkinan usia Ibu? Dan sebagainya. Bagi dokter, memutuskan nasib seorang pasien, bisa jadi dilema. Sesuatu yang terkadang […]
Mei 2, 2015
Pernahkah terpikir bahwa kalau kita jatuh cinta pada seseorang, sebenarnya yang kita cintai itu adalah diri kita sendiri? Persis seperti Narcissus yang berkaca di permukaan air, lalu mengira ia melihat seseorang berwajah rupawan, dan jatuh cinta padanya. Tak terpikir bahwa itu adalah bayangannya sendiri. Beberapa waktu lalu, saya chat cukup panjang dengan salah satu teman […]
Oktober 25, 2013
Di sebuah stasiun kereta, masih berkilau sisa-sisa hujan di sulur rerimbunan ivy tua. Seorang lelaki renta mendekapkan bungkusan ke dada. Dingin masih menetes juga. Orang-orang duduk bersideku. Pekerja malam mengangkat kepala dengan cemas ke arah langit, gugup menghirup sisa kopi dari termos tua. Ia menanti. Dan dingin masih menetes juga. Kaki para pejalan menyibak genangan […]
Juli 1, 2013
Kemarin kami makan malam dengan teman suamiku, sebut saja namanya A. Ada yang istimewa, karena A mengingatkanku pada teman yang lain, bernama B. Pada saat bersamaan, mereka berdua divonis kanker. Keduanya religius. Saat menghadapi vonis, mereka berdua semakin rajin berikhtiar, percaya bahwa Tuhan punya maksud tertentu dengan sakit yang mereka alami. Bedanya, si B semakin […]
Desember 13, 2012
Kalau kebetulan lay over di Hongkong cukup lama, jangan lupa mengisi waktu dengan mencicipi teh. Teh di Hongkong, memiliki kulturnya sendiri, seperti halnya teh minum teh di Jepang. Hampir setiap rumah makan menyediakan teh, dan kadangkala teh panas justru lebih murah harganya daripada es teh. Minum teh menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, mulai dari pagi […]
November 22, 2012
Malam itu, tiba-tiba aku tertegun melihat hamparan warna putih di depan mata. Lautan busa yang diam, sesekali bergoyang ringan disentuh angin, menunggu waktu untuk merekah, dan menerbangkan ribuan kupu-kupu yang selama beberapa waktu bertapa di dalamnya. Aku tahu itu hanya mimpi. Bagi sebagian orang, mimpi hanyalah bunga tidur. Bagi Freud dan Jung, mimpi adalah refleksi […]
September 10, 2011
Bertahun lampau, pada hari yang tak perlu kuceritakan kapan dan dimana, aku kehilangan kepercayaan pada Tuhan. Aku sholat seperti biasa, tapi tanpa hati. Hatiku sudah mengering tanpa bisa kucegah. Seperti rerumputan di padang luas yang lama tak tersiram hujan. Di tanah yang retak. Diselubungi udara yang panasnya mampu mendidihkan setiap lautan. Itu puncak di mana […]
Februari 5, 2011
Hujan adalah sesuatu yang paling kusukai dari musim. Tetesan-tetesannya yang jatuh menimpa genting, menimpa rumput dan pepohonan, rumah, jalanan, tanah kering, dan rasanya yang dingin sejuk di kulit. Dulu bersama dengan sahabatku, Nana namanya, kami biasa menandai pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dengan cara melihat kelopak-kelopak bunga pohon flamboyan. Jika flamboyan tersebut mulai […]
Desember 29, 2015
8