Browsing All posts tagged under »Hati«

Eid 2012: Pluralitas

Agustus 29, 2012

1

“Apa yang membuatmu senang menjadi muslim?” – Jika ditanya seperti itu, saya pasti akan menjawab: “Sisi penerimaan muslim terhadap pluralitas.” Sewaktu menunggu sholat Eid dimulai, pandangan saya beredar pelan ke seluruh penjuru ruang. Saya melihat wajah-wajah khas Timur Tengah, Eropa, Asia. Saya melihat beragam warna kulit, busana, dan beberapa dialek lokal yang tertangkap telinga. Di […]

Eid 2012: Kembali ke Fitrah

Agustus 28, 2012

2

Tiap kali ada orang bertanya – gimana lebaran di negerinya Obama? Rame, nggak? – jawabanku selalu: Sepi. Nggak ada petasan, nggak ada makanan istimewa. Habis sholat, ya udah, pulang aja. Memang demikianlah adanya. Untuk soal nuansa spiritual, jangan berharap di sini sama ramainya dengan di tanah air. Yang ramai hanya masjid, dengan orang-orang berbaju bagus […]

Beginilah Perempuan

April 13, 2012

2

Ada satu hal yang saya perhatikan dari diri sendiri; yakni betapa tak mudahnya melepaskan diri dari sebuah kenangan. Dahulu, setiap kali menulis tentang perempuan, tulisan saya selalu penuh bara amarah, terutama terhadap laki-laki. Itu karena pengalaman hidup mempertemukan saya dengan banyak lelaki bertipe “jackass” yang tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu) tentang bagaimana seharusnya menjaga […]

Bagaimana Rasanya Jatuh dari Shirath

September 10, 2011

2

Bertahun lampau, pada hari yang tak perlu kuceritakan kapan dan dimana, aku kehilangan kepercayaan pada Tuhan. Aku sholat seperti biasa, tapi tanpa hati. Hatiku sudah mengering tanpa bisa kucegah. Seperti rerumputan di padang luas yang lama tak tersiram hujan. Di tanah yang retak. Diselubungi udara yang panasnya mampu mendidihkan setiap lautan. Itu puncak di mana […]

Only Good Things to Remember

Juli 28, 2011

2

“… There is a balance to it all. One withers another grows. Birth and death are part of a whole. It is why we are drawn to babies… and to funerals.” (Mitch Albom – The Five People You Meet in Heaven) Beberapa hari ini banyak orang yang pergi terlebih dahulu. Ayah sahabat, ayah dari kenalan […]

Api Tak Menyisakan Apa-apa Kecuali Debu

Februari 19, 2011

0

Apa yang didapat dari sebuah kezaliman? Tidak ada, kecuali kemarahan. Apa yang didapat dari sebuah ketidakadilan? Tidak ada, kecuali kemarahan. Apa yang didapat dari kemarahan yang berkelindan, tertahan, dan tak diselesaikan? Tidak ada, kecuali api yang semakin membesar dan berkobar. Apa yang didapat dari kemarahan yang berkobar? Tidak ada, kecuali debu. Kemarahan adalah api yang […]

Catatan Cinta Tujuh Masa

Februari 16, 2011

0

(1) Aku rindu Pada sesuatu yang belum bisa kulihat Pada sesuatu yang belum dapat kuterjemahkan Aku rindu Pada sesuatu yang belum terwujudkan Pada sesuatu yang belum juga ternampakkan Aku rindu Pada penggenap jiwaku Pada penentram batinku Aku rindu Dan aku mencarinya ke segenap penjuru Cinta yang tertumpah Tak terkata Dan tak tahu hendak berlabuh ke […]

Tentang Hujan

Februari 5, 2011

4

Hujan adalah sesuatu yang paling kusukai dari musim. Tetesan-tetesannya yang jatuh menimpa genting, menimpa rumput dan pepohonan, rumah, jalanan, tanah kering, dan rasanya yang dingin sejuk di kulit. Dulu bersama dengan sahabatku, Nana namanya, kami biasa menandai pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dengan cara melihat kelopak-kelopak bunga pohon flamboyan. Jika flamboyan tersebut mulai […]

Yang Tumbuh dan yang Putus

Februari 4, 2011

0

Bukan jarak yang memisahkan hati, demikian seorang kawan pernah berujar. Mungkin prasangka, mungkin kekhilafan, mungkin keengganan memaafkan. Hati seseorang dengan orang lainnya dapat terpisah ribuan mil jauhnya meskipun mereka berdampingan di tempat yang sama. Ajaibnya, seringkali tumbuh rasa kebersamaan justru pada saat kita tidak lagi di tempat yang sama. Ketika kita pindah rumah, tetangga-tetangga sukarela […]

Siapakah Diri

Februari 4, 2011

0

Siapakah diri kita sebenarnya, hingga merasa berhak menggugatNya — demikian seseorang pernah berkata pada sang karib — sedang bila Ia meminta keseluruhan diri, tak satupun bisa mengelaknya. Sang karib tersebut baru saja kembali dari perjalanannya yang panjang -dimana semua yang dilihatnya membuat dirinya masygul; mengapa sebagian manusia demikian sulit hidup di bumi, sementara sebagian lainnya […]