Januari 24, 2014
Musim dingin kali ini berbeda dengan sebelumnya. Ada perubahan suhu yang sangat ekstrim, dibawa oleh angin dari wilayah Kutub Utara. Orang menyebut kiriman angin badai dingin itu sebagai Polar Vortex, dan menamai badainya dengan sebutan Hercules dan Janus. Saat badai Hercules, sekolah dan kantor diliburkan, karena suhu drop sampai -14 Fahrenheit alias – 25 Celcius. […]
Oktober 25, 2013
Di sebuah stasiun kereta, masih berkilau sisa-sisa hujan di sulur rerimbunan ivy tua. Seorang lelaki renta mendekapkan bungkusan ke dada. Dingin masih menetes juga. Orang-orang duduk bersideku. Pekerja malam mengangkat kepala dengan cemas ke arah langit, gugup menghirup sisa kopi dari termos tua. Ia menanti. Dan dingin masih menetes juga. Kaki para pejalan menyibak genangan […]
Juli 1, 2013
Kemarin kami makan malam dengan teman suamiku, sebut saja namanya A. Ada yang istimewa, karena A mengingatkanku pada teman yang lain, bernama B. Pada saat bersamaan, mereka berdua divonis kanker. Keduanya religius. Saat menghadapi vonis, mereka berdua semakin rajin berikhtiar, percaya bahwa Tuhan punya maksud tertentu dengan sakit yang mereka alami. Bedanya, si B semakin […]
Desember 13, 2012
Kalau kebetulan lay over di Hongkong cukup lama, jangan lupa mengisi waktu dengan mencicipi teh. Teh di Hongkong, memiliki kulturnya sendiri, seperti halnya teh minum teh di Jepang. Hampir setiap rumah makan menyediakan teh, dan kadangkala teh panas justru lebih murah harganya daripada es teh. Minum teh menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, mulai dari pagi […]
Desember 6, 2012
Terminal 1 Hongkong, 9 November 2012. Pukul 2:24. Menjelang dini hari begini, bandara sudah sepi. Para pejalan dan pengembara satu demi satu merebahkan diri di kursi panjang berbalut kain pelapis warna ungu dan biru. Berbantal ransel atau jaket yang digulung. Menanti saat penerbangan selanjutnya. Semua restoran sudah tutup. Satu dua penumpang terlihat datang dan […]
November 22, 2012
Malam itu, tiba-tiba aku tertegun melihat hamparan warna putih di depan mata. Lautan busa yang diam, sesekali bergoyang ringan disentuh angin, menunggu waktu untuk merekah, dan menerbangkan ribuan kupu-kupu yang selama beberapa waktu bertapa di dalamnya. Aku tahu itu hanya mimpi. Bagi sebagian orang, mimpi hanyalah bunga tidur. Bagi Freud dan Jung, mimpi adalah refleksi […]
Februari 11, 2014
3