Browsing All Posts filed under »Memoir Writing«

ShapeShifters: Jerat (6)

Oktober 16, 2017

0

Jin Saka. Istilah itu sangat familiar di kalangan masyarakat Asia, terutama Melayu. Ia adalah nama untuk jin yang diwariskan (inherited djinn). Biasanya, mereka yang masih memiliki hubungan darah dengan kerajaan masa lalu, atau menganut ilmu kesaktian tertentu, dapat dipastikan akan terkena gangguan jin jenis ini. Orang-orang di masa lampau erat hubungannya dengan makhluk plasma. Untuk […]

ShapeShifters: Titik Balik (5)

Oktober 14, 2017

0

“Nanti akan ada berita otopsi, jika dia beneran mati. Tetapi jika belum, artinya dia masih hidup meskipun kaummu ramai memberitakan kematiannya,” kata mereka, ketika aku bercerita tentang Al Baghdadi, si pemimpin ISIS yang bolak-balik nongol hidup lagi, padahal sudah beberapa kali diberitakan kena rudal. “Orang itu licin sekali,” komentarku. “Dia bukan manusia,” kata mereka lagi. […]

ShapeShifters: The Fallen (4)

Oktober 13, 2017

0

“Seandainya bisa, akan kuajak kamu terbang ke luar angkasa. Kamu bisa lihat Bumi dari kejauhan. Ia indah sekali,” kata salah satu dari mereka. Ia gemar memandang Bumi. Dari luar atmosfer, di tempat hampa udara yang senyap tanpa suara apapun. Bumi terlihat jelas dengan warna biru, hijau, dan putih. Mirip Chrysocolla, sejenis batu mulia yang sering […]

ShapeShifters: The Excessive (3)

Oktober 12, 2017

0

“Yang nggak mungkin kurus itu si Julie.” Aku terkesiap mendengarnya. “Apa??” “Gimana kamu mau langsing?” jawabnya, “Sudah makan, eh masih nerusin makan punya anak, karena eman-eman jika ada sisa. Habis itu, masih ngemil kue macaron, lagi.” Ada rasa panas yang mengambang, naik ke permukaan. Aku yakin, wajah dan telingaku berubah merah padam. “Ngapain sih, doyan […]

ShapeShifters dan Sebuah Dunia Yang Absurd (2)

Oktober 10, 2017

0

Sekitar tahun 2008. Panggilan samar itu menyadarkanku dari lelap. Dan seketika aku berdiri, karena melihat seorang pemuda sudah duduk di tepi ranjang, seraya tersenyum padaku. Ia berperawakan sedang, dengan T-shirt abu-abu dan celana jeans membungkus badannya. Biasa saja, sebagaimana umumnya pemuda lajang seusianya. Rambutnya ikal bergelombang pendek, dengan warna hitam pekat. Kontras dengan kulitnya yang […]

ShapeShifters dan Sebuah Dunia Yang Absurd (1)

Oktober 10, 2017

0

Saat itu, jam berdetak menuju tengah malam, ketika udara dalam ruanganku berangsur turun mendekati titik nol Celcius. Hanya di ruanganku saja, tak di ruang lain. Bukan, ini bukan malam musim dingin. Ia malam yang lazim saja, saat musim semi menjelang musim panas. Di mana temperatur akan terasa nyaman, baik di dalam maupun di luar ruangan. […]

A Void, Communal, Memories (3)

Januari 4, 2016

6

Dalam kepercayaan kami, 40 hari sebelum seseorang meninggal, sehelai daun jatuh di Arsy, di langit tempat segala ketetapan dibuat. Setiap orang akan merasa, kapan waktunya tiba. Dan secara naluriah, mereka akan “memberitahu” orang-orang di sekelilingnya, terutama keluarga. Setelah rampung segala perhelatan, dan tamu-tamu sudah pergi, kami menelusuri lagi masa silam. Terutama saat menjelang wafatnya Ibu. […]

A Void, Communal, Memories (2)

Januari 1, 2016

8

Juru kunci pemakaman itu sudah sering melihat orang datang dan pergi. Ia hapal, siapa saja keluarga dari mendiang yang dimakamkan di kompleks pemakaman sederhana tersebut. Beberapa diantaranya adalah keluarga kami dari pihak Ibu. Ketika mendengar nama Ibu, dengan segera sang juru kunci itu mengenalinya. “Oh, dari keluarga ini,” ujarnya. “Baik, baik. Kita persiapkan.” Pembicaraan tentang […]

A Void, Communal, Memories (1)

Desember 29, 2015

8

“Harapan untuk pulih tinggal 10%,” ujar dokter kepada kakakku. “Sepuluh persen yang seperti apa?” tanya kakakku. Aku juga bertanya lewat pesan elektronik. Bagaimana kepastiannya? Berapa lama harus dirawat? Apalagi yang harus dilakukan? Apakah dokter bisa memprediksi, berapa lama kemungkinan usia Ibu? Dan sebagainya. Bagi dokter, memutuskan nasib seorang pasien, bisa jadi dilema. Sesuatu yang terkadang […]

Imigran (3)

Mei 23, 2015

0

“Ya ampun, mereka ada di mana-mana ternyata!” seru perempuan muda itu ketika aku bercerita tentang Wahhabisme di Indonesia. Ia Nabila, perempuan Irak yang datang ke negara ini sebagai pengungsi. Orangnya feminin, dan tampak terpelajar. Aku mengenalnya saat di sekolah, sedang menjemput anaknya. Dari bertukar nomor telepon, akhirnya aku bertandang ke apartemennya. Nabila bercerita banyak tentang […]