Browsing All Posts filed under »Social & Culture«

Catatan dari Kota Hantu

Maret 28, 2012

6

“Oh, you’re from Detroit. How is it now? Still ruined?” Kalimat itu tidak asing lagi bagi saya. Detroit memang terkenal sebagai salah satu kota yang runtuh di AS. Runtuh dalam arti yang sebenarnya, bukan kiasan. Jika anda bertandang ke kota tersebut dan melewati satu atau dua mil dari downtown (pusat kota), dengan mudah anda akan […]

Ketika Nama jadi Dilema

Maret 24, 2012

0

Di sini ada variasi untuk memberi nama pada anak. Orangtua, anak, atau anggota keluarga lain bisa menggunakan nama sama, dengan sedikit penanda. Misal: Ayahnya bernama Robert, dan dia menamai anaknya dengan nama Robert, Jr. Si anak bisa jadi menamai generasi berikutnya dengan nama: Robert Jr. III. Biasanya nama yang sama itu dipakai karena mengandung unsur […]

Ketika Pria Lebih Peduli

Maret 16, 2012

0

Kemarin saya klik sebuah link tentang iklan Huggies terbaru, yang heboh lantaran menggambarkan pria (ayah) sebagai sosok yang “idiot”, tidak tahu apa-apa soal mengurus anak. Tadinya saya tidak ngeh, karena memang jarang menonton TV. Baru setelah ada kontak yang menampilkan linknya di Facebook, saya menonton iklan itu sampai selesai. Dan pahamlah saya, mengapa iklan itu […]

Apa yang Perlu Kita Tunda Menuliskannya

Maret 15, 2012

2

Dua hari yang lalu, saya merapikan file posting di blog ini, dan membaca ulang draft-draft yang belum terselesaikan. Ada satu draft yang cukup lama saya biarkan. Isinya tentang Troy Davis, seorang kulit hitam yang proses eksekusinya memancing gelombang protes cukup besar. Saya membuat draft itu bersamaan setelah ikut menandatangani Petisi penolakan hukuman mati terhadap Troy […]

Di Balik Wajah Whitney Houston

Maret 2, 2012

0

Jason Mecier terkenal sebagai pelukis mosaik yang menggunakan beberapa medium yang tidak lazim, seperti  pasta, sereal, permen, limbah, koran, uang, kaleng, dan sebagainya. Mecier juga melukis wajah sejumlah artis dengan medium pil; diantaranya Amy Winehouse, Michael Jackson, dan yang terbaru adalah Whitney Houston. Ketiganya mencuatkan ironi yang sangat kuat. Kemasyhuran, keindahan, senyum, dan kesuksesan karir […]

Satu Jam Menulis Serentak Milad FLP : Ketika Pena Menyibak Sejarah

Februari 26, 2012

6

Saya lebih sering tak percaya pada kesempurnaan yang terlihat di depan mata. Sebab terlalu sering kesempurnaan itu hanya imajinasi atau rekaan semata. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Surga kali ya…– begitu kata teman saya. Namun nyatanya, dalam kehidupan keseharian, lebih sering kita mencari sosok sempurna. Yang ketika tidak dapat ditemukan, kita merasa kecewa […]

Romantika Mudik 4: Stress, Riba, Klenik

Februari 9, 2012

0

Namun ironisnya, di kampung yang terlihat damai itu, penyakit jantung, darah tinggi, dan kolesterol tinggi justru kerap menghinggapi penduduknya. Bisa jadi ini karena makanannya yang cenderung berlebih garam, sebagaimana umumnya makanan di wilayah tepi pantai. Mungkin pula karena gaya hidup yang sudah bergeser; lebih memuja makanan buatan pabrik dan lebih suka jajan daripada makan di […]

Romantika Mudik 3: Ayam Kurus & Perut Kenyang

Februari 8, 2012

4

Satu lagi yang saya lupa tentang Indonesia adalah makanan dan berat badan. Saat mendarat di Surabaya, mata dan pikiran secara otomatis membandingkan tinggi dan berat badan orang Indonesia dan Amerika. Terasa sekali bedanya. Mata yang sudah terbiasa melihat obesitas di mana-mana, jadi takjub melihat betapa masih proporsionalnya orang kita. Bahkan yang kelebihan berat badan pun […]

Romantika Mudik 2: Si Neng Lebay

Februari 7, 2012

2

Aku tidak takut hidup miskin denganmu, tapi aku tidak tahan lapar – Demikian kira-kira bunyi kalimat dalam sebuah novel yang pernah saya baca. Novel itu berkisah tentang seorang gadis dari keluarga kaya yang memilih meninggalkan semua kenyamanan yang dimilikinya demi menikahi pria pujaannya, yakni seorang pemuda seniman miskin. Hingga suatu saat, si gadis mendatangi keluarganya […]

Romantika Mudik 1: Culture Shock

Februari 6, 2012

4

Ini beberapa catatan sewaktu kami mudik tahun lalu. Tidak pernah terbayang sebelumnya kalau akhirnya kami bisa juga mendaratkan kaki kembali ke Indonesia. Tidak pernah terbayang pula bahwa ternyata culture shock itu benar-benar dahsyat dan beneran bikin shock. Tadinya saya pikir, saya masih familiar dengan kondisi Indonesia dan segala keriuhannya yang membuat rindu. Nyatanya, tidak juga. […]