Book Review: How to Write A Romance

Posted on Februari 27, 2021

0


Foto: Koleksi pribadi

Kebetulan beberapa bulan lalu saya beli buku how-to bertema Menulis Romance ini di Barnes & Noble, terbitan Avon Books. Baru sekarang saya sempat membacanya, karena ia tergeletak begitu saja di atas meja dan tertutup oleh buku-buku lain. Nah, mumpung ada waktu luang dan mumpung ingat, posting saja lah reviewnya di blog ini.

Buku ini unik, karena sebetulnya bukan buku, melainkan jurnal. Di dalamnya berisi exercise, alias latihan, tentang bagaimana menulis naskah berjenis kisah cinta. Tadinya saya berharap ada banyak penjelasan tentang bagaimana resep menulis naskah Romance. Namun ternyata, buku ini full latihan saja. Mulai dari menggambarkan karakter tokoh utamanya, membuat skenario pertemuan antara dua tokoh utamanya (Romance selalu melibatkan dua tokoh utama, laki-laki dan perempuan), deskripsi setting, hingga plot. Semua disusun seperti diary, di mana kita tinggal membaca prompt-nya, lalu membayangkan ide dan menulisnya di situ.

Nulisnya juga bebas. Apapun kreatifitas kita tentang adegan yang diinginkan, bisa kita tulis di situ. Misalnya ada prompt tentang pertemuan pertama yang isinya demikian: “Gambarkan satu kejadian, di mana salah satu tokoh utama (bisa laki atau perempuan) menjatuhkan sesuatu, dan tokoh utama yang satunya memungutnya. Apakah benda yang dijatuhkan tadi?” — Nah, kita bebas mereka-reka, apa gerangan benda itu. Bisa upil yang udah dibulat-bulatkan dengan jari, bisa juga pulpen (ini pedekate gaya jadul, wkwkwkwk…), mangkok, tas, duit, ikan hiu, sampai nuklir. Terserah. Nanti nasib perjalanan kisah cinta para tokohnya, tergantung dari benda apa yang dijatuhkannya tadi. Kalau nuklir, yo wis wassalam, wkwkwk… eitss… tapi masih bisa loh direkayasa. Misalnya yang satu ngejatohin bom, lalu tiba-tiba datanglah Flash menyelamatkan mereka. Anything can happened.

Prompt berikutnya lebih menantang, dan kita musti ati-ati nih dalam membayangkan skenario. Misalnya yang ini: Tokoh pria lagi main rodeo, lalu tiba-tiba dia terlempar dari punggung kerbau emosian yang ditungganginya, dan jatuh tepat di dekat kaki si tokoh perempuan.

Nah, dalam pertunjukan rodeo, jarak antara arena dengan penonton biasanya cukup jauh, karena rodeo diadakan di lapangan terbuka seperti alun-alun atau stadion. Penonton duduk di bangku yang mengelilingi stadion dalam jarak aman, agar tidak kena amuk si kerbau pemarah itu. Jadi kalau tokoh pria disundul tanduk si kerbau, kemudian jatuh di dekat kaki penonton, kayaknya rada nggak mungkin. Skenario yang mungkin terjadi adalah, si tokoh perempuan juga ada di arena, menjadi pemain rodeo juga atau pengawas. Atau misalnya si tokoh perempuan mengalami switched, alias pindah bodi. Entah karena baca mantra yang salah, lalu jiwanya tertukar dengan kerbau yang ikut diadu di arena. Bisa juga sih, si kerbau sedemikian kuatnya melempar si tokoh, sampai bisa melewati pagar pembatas. Tapi hasilnya nanti, pastilah ia akan cidera berat. So, saat membayangkan skenario, kita perlu tahu detil-detil seperti ini, agar adegan selanjutnya bisa masuk akal.

Prompt-nya juga meliputi hal-hal non-fisik, seperti trauma yang dialami oleh tiap tokohnya. Apa kejadian berat yang sampai bikin si tokoh trauma atau mengganggu interaksinya dengan lawan jenis? Lalu ada penggambaran sifat, sampai ke gaya bicara, termasuk kalau ada, makian khas yang biasa digunakan oleh si tokoh utama saat ia merasa jengkel. Tidak ketinggalan juga prompt tentang tokoh musuh atau saingan, yang menjadi batu sandungan dalam hubungan cinta dua tokoh utamanya.

Secara keseluruhan, lumayan juga sih buku ini. Fun, dan sangat membantu untuk mengalirkan kreatifitas. Di dalamnya juga ada kutipan kalimat dari sejumlah penulis novel romance best seller, yang isinya memotivasi dan inspiratif. Misalnya seperti yang satu ini: “Novel Romance ditulis, bukan untuk membuktikan pada pembacanya bahwa cinta itu ada. Novel jenis ini ditulis, agar pembaca tahu bahwa mereka layak mendapatkan cinta.” Cieeee…. hehehe…

Kekurangannya cuma satu, yakni tidak ada penjelasan tentang pakem menulis novel romance secara singkat. Jadi, saya tulis di sini prinsip utama dalam menulis novel romance, yakni:

  1. Novel romance selalu berpusat pada perjalanan cinta dua tokoh utamanya. Mulai dari pertemuan pertama, pertemuan kedua, saling menolak, tapi kemudian rindu, berantem, pisah, rindu lagi, dan kembali bersatu. Endingnya biasanya hepi, yang berakhir dengan pernikahan. Bungkus genrenya bisa macam-macam. Thriller, detektif, misteri, horror, sci-fi… bisa dipilih sendiri. Yang penting plotnya berpusat pada perjalanan cinta, bukan pada yang lain.
  2. Romance memiliki “love scene”, sudah pasti. Entah itu berupa adegan cinta yang sopan, ringan, sampai yang kelas soft-porn, silahkan dipilih. Yang penting ada interaksi intim antara kedua tokoh utamanya.
  3. Jangan lupa membubuhkan “dark side” dalam cerita, agar tokoh-tokohnya bisa terlihat manusiawi. Sisi gelap itu perlu, karena bisa menjadi media bagi sang tokoh utama untuk berkembang lebih baik. Tanpa pengalaman buruk, trauma, problem kesehatan, selingkuh, perceraian, kehadiran tokoh antagonis, dan lain-lain, kisah yang kita tulis bisa membosankan.
  4. Tidak ada batasan tentang sosok tokohnya. Kita bisa menulis kisah cinta dengan sesama manusia, bahkan dengan aliens sekalipun. Sub-genrenya juga tak terbatas. Bisa dengan sub-genre sejarah, paranormal, thriller, dan lain-lain. Kalau untuk soal kreatifitas, memang hanya langit batasannya.

Oke, semoga ulasan buku dan tips singkatnya bermanfaat. Happy writing!