Hook: Bagaimana Memikat Pembaca di Halaman Awal

Posted on Agustus 5, 2011

0


Story hook, writing hook, atau Opening adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut paragraf awal dalam tulisan fiksi yang kita buat; baik itu berbentuk novel atau cerpen. Ia adalah kalimat atau paragraf pembuka yang menggoda pembaca, membuat orang ingin tahu lebih lanjut, menimbulkan rasa penasaran tentang apa yang ditulis oleh si pengarang selanjutnya, dan tentu saja untuk memikat penerbit.

Halaman atau bab pertama sangat krusial karena biasanya para editor yang sering diburu waktu dan harus membaca ratusan naskah per bulan tentu tidak akan mau membuang waktu terlalu lama membaca keseluruhan naskah jika kalimat-kalimat awal dalam naskah itu tidak menarik minat. Termasuk pembaca, yang sering menilai isi sebuah novel/buku sesuai selera mereka atau tidak, dengan cara membaca halaman-halaman awal.

Bagaimana cara membuat story hook atau opening yang menarik? Sebuah Opening yang bagus, menurut William Styron (penulis novel Sophie’s Choice) adalah yang bisa memaku perhatian pembaca seketika. Ia memberi contoh dua opening, yang satu biasa saja dan yang satu lagi mengundang rasa ingin tahu:

1. Their annual picnic was always a peaceful, joyous outing where everyone got along.

2. Usually, their annual picnic had been a peaceful, joyous outing where everyone get along. And, at first, that’s the way it was this July 4, 1990.

Opening yang kedua mengindikasikan ada “sesuatu” yang akan terjadi. Kesan orang ketika membaca opening kedua adalah: hmm… what happened on that July 4?. Berbeda dengan yang pertama yang datar dan biasa saja, dan mengundang respon: always peaceful, huh? life is always good and people live happily ever after. Zzzzzz….

Tentu kita tidak menginginkan respon yang seperti ini, bukan?

Kiat selanjutnya adalah: usahakan Opening tersebut memberi informasi tentang potensi konflik dalam cerita. Masih menurut Styron, hook/opening yang bagus adalah yang menggiring pembaca untuk tahu bahwa ada konflik dalam cerita itu dan menarik untuk diikuti. Konflik adalah esensi sebuah cerita. Tanpa konflik, maka tentu tidak akan ada cerita. Pembaca menyukai konflik, dan menyukai pertikaian antara tokoh antagonis dan protagonis, ataupun dengan nasibnya. Hook sebaiknya memberi hint ke arah sana.

Namun, terlalu banyak informasi tentang konflik di bagian awal juga berpotensi membuat pembaca langsung bisa menebak isi cerita dan endingnya, dan ini juga perlu dihindari (lihat juga di rangkuman pelatihan menulis ini). Jadi seperti yang tertulis di bagian awal, buatlah hook yang mengundang rasa penasaran. Dan selanjutnya, terserah anda🙂

picture copied from: http://kingdomhearts.wikia.com/wiki/File:Captain_Hook.jpg

Ditandai: ,