Mengenal Kelompok Maniak Bernama ISIS

Posted on Agustus 12, 2014

2


indexUntuk memberi informasi singkat kepada yang bertanya tentang apa itu ISIS dan bagaimana sebenarnya mereka, ini daftar ringkasannya.

1. Siapakah mereka? Anggota ISIS adalah kelompok yang berakar dari Alqaeda. Boleh dibilang, ini versi baru mereka. Diawali dari Alqaeda cabang Irak tahun 2004, kemudian mereka memisahkan diri dari nama Alqaeda yang dianggap tidak lagi sejalan, dan menggunakan nama Majelis Syura Mujahidin (2006). Mereka bergabung dengan beberapa faksi lain, termasuk perwakilan suku-suku di Irak, dan mendeklarasikan Daulah Islam Irak atau ISI. Tahun 2013, mereka melebarkan sayap ke Syiria dan mendeklarasikan Daulah Islam Irak dan Syiria (ISIS). Tahun 2014, mereka mendeklarasikan Islamic State dan mengklaim sebagai khilafah. Kalau mau lihat versi pendeknya dalam video, bisa dilihat di LINK INI.

2. Apa tujuan mereka? Secara formal tujuannya adalah untuk mendirikan Negara Islam. Secara praktek, tujuannya tidak lebih dari memperkeruh situasi di kawasan Teluk yang sebenarnya sudah buthek. Pendekatannya dengan cara yang lebih brutal dan berbahaya. Diantaranya merampok dan membunuhi orang yang tidak mau berbaiat, termasuk anak-anak. Tidak peduli itu di bulan puasa, hari Raya, atau di hari biasa. Di Syiria, mereka memajang kepala-kepala yang terpenggal. Tidak ada bedanya apakah orang itu Syiah, Sunni, Kristen, atau penganut agama kuno lainnya. Jika tak setuju, akan dibunuh. As simple as that. Mereka juga menghancurkan situs bersejarah, seperti makam Nabi Yunus.  Bangunan lain yang dirusak termasuk masjid dan tempat ibadah milik Syiah, Sunni, dan kaum Sufi, serta museum di Mosul. Jika ingin melihat bagaimana cara mereka bergerak, bisa lihat rangkaian foto dan video yang ada di LINK INI. Bisa juga dilihat pada sumber lain DI SINI jika ingin melihat lokasi pembantaian.

3. Apa prestasi terbesarnya? Mereka punya prestasi luar biasa, yakni berhasil menyamai rekor Israel dalam jumlah orang yang dibunuh. Keduanya sama-sama spektakuler, berhasil menghabisi hampir 2000 orang dalam waktu singkat. ISIS malah lebih cepat lagi, hanya dalam hitungan hari. Kalau Israel membunuhi orang Palestina, sedangkan korban ISIS adalah sesama muslim dan kelompok minoritas. Prestasi kedua adalah, tidak membantu Palestina, tentu saja. Mereka lebih sibuk mengurangi populasi muslim daripada membantu menyelamatkan sesamanya, membuat banyak anak jadi yatim, dan membuat puluhan ribu orang kelaparan dan kehilangan tempat tinggal. Prestasi ketiga, sukses menggabungkan istilah Khilafah dengan teror dan kekerasan. Prestasi lain yang mungkin sebentar lagi akan terwujud adalah pecahnya Irak menjadi tiga negara baru.

4. Dari mana sumber dana dan persenjataannya? Ada beberapa bentuk. Yang pertama, mendonasikan sebagian dana yang mereka peroleh untuk operasi di Syiria guna membeli persenjataan, mengongkosi serdadu, dan biaya transfer senjata dari Syiria ke Irak. Banyak donasi dari negara-negara Teluk seperti Kuwait, Emirates, Arab Saudi, dan bahkan dari pendonor di seluruh dunia, diselewengkan untuk operasi ISIS di Irak. Kuwait adalah tempat transfer dana, sebelum disalurkan kepada mereka. Cara kedua, menggunakan cara penyiksaan, penculikan, pasar gelap, pencurian, penyelundupan barang antik senilai 21 juta dollar, termasuk memungut pajak dari bisnis-bisnis di kawasan Syiria dan Irak, yang jumlahnya mencapai jutaan dollar. Ketiga, akuisisi persenjataan dari militer Irak dan tempat-tempat yang mereka kuasai. Keempat, merampok Bank di Irak. Sekitar 429 juta dollar berhasil mereka raup. Kelima, menguasai ladang-ladang minyak, yang per harinya mampu menghasilkan uang setidaknya 2 juta dollar. Dengan sumber dana sedemikian berlimpah, mudah bagi mereka untuk membeli persenjataan jenis apapun dari pasar gelap. Perkembangan terakhir, mereka mampu mendapatkan 12 juta dollar per bulan dengan cara menyelundupkan minyak, merampas, dan aneka kegiatan ilegal lainnya. Jadi inilah maling internasional kelas canggih. Apapun dilakukan demi mendapat uang, tidak peduli soal halal haram.

5. Bagaimana pola rekrutmennya? Yang direkrut adalah orang-orang muda. Cara yang mereka pakai untuk manipulasi massa adalah dengan menyentuh emosi keagamaan, dan tentu saja menggunakan istilah Jihad dan Khilafah. Mereka banyak memanfaatkan media sosial berupa hashtag di Twitter serta video, dan dalam berbagai bahasa dan disebar melalui perwakilan regional mereka, untuk menyebarkan propaganda dan menarik pengikut dari seluruh penjuru dunia. Untuk soal penguasaan media informasi, boleh dibilang canggih juga. Mereka juga getol mengkampanyekan kebencian pada AS, Yahudi, Israel. Lucunya, mereka tidak mau membantu Palestina ketika dalam keadaan sulit. Padahal pada jago nembakin orang dan bisa beli banyak persenjataan canggih. Ohya, jangan lupa. Mereka juga merekrut para perempuan.

6. Tepatkah mereka disebut Khilafah? Kalau menurut saya, jelas tidak. Mana ada Khilafah haus darah macam Drakula begini? Drakula saja masih pilih-pilih mangsa, dan keluarnya pun cuma malam hari, spesialis nyari mangsa yang cakep. Kalau ISIS kan enggak. Mau tua, muda, perempuan, laki, bocah, Sunni, Syiah, Zoroaster, Kristen, Yahudi, Barat, semua dijadikan target. Mungkin istilah yang paling tepat buat mereka adalah Khawarij. Kalau mau pakai istilah lain, bisa saja. Silahkan pilih, mau pakai yang mana: lunatics, psycho, maniac, gendheng, sontoloyo. Atau bisa juga pakai istilah Angry Jerks. Because they are constantly angry to everybody.

7. Bagaimana mungkin kelompok sebiadab ISIS atau ISIL ini bisa lahir? Inilah buah dari kultur yang memuja kekerasan. Kita bisa bilang bahwa AS turut bertanggung jawab atas lahirnya monster ini. Tapi jangan lupa, akar dari kelompok mereka ataupun kelompok radikal lainnya adalah kultur kekerasan dari daratan Timur Tengah sendiri, yakni paham Salafi/Wahhabi, yang kemudian ditularkan pada negara-negara berpenduduk Muslim lainnya. Pertentangan terus dipelihara. Jalan kekerasan terus ditempuh. Kelompok radikal terus didanai sebagai benteng untuk menghadapi kelompok radikal lainnya. Jadi dunia Muslim pun, pada dasarnya juga bertanggung jawab penuh. Merekalah yang memelihara monster itu dengan terus menebarkan ide perbedaan dan kebencian antar golongan. Kini monster itu menggigit orangtuanya sendiri, yakni Islam dan kaum Muslim. Seluruh sendi kehidupan yang Islami mereka langgar. Islam hancur di tangan mereka. Banyak Muslim terbunuh di tangan mereka. Dunia pun akan hancur di tangan mereka jika terus dibiarkan. Bayi Dajjal itu ciptaan kita sendiri. Masihkah kita akan memberinya makan dengan terus-menerus menebar kebencian dan hasutan?