Tentang Deadline

Posted on Juni 5, 2011

2


Ini sebetulnya hendak saya kirimkan ke seseorang yang menulis status di sebuah forum sastra tentang hati yang tertohok gara-gara naskahnya ditolak lantaran sudah mepet deadline. Lucu sekali bunyi statusnya, makanya saya ingin nimbrung memberi masukan. Tetapi ternyata belakangan ini saya juga kena sindrom mepet deadline, jadi sepertinya lebih baik saya tulis saja, hitung-hitung sebagai mengingat untuk diri sendiri.

Menyiasati deadline itu gampang-gampang susah. Gampang kalau kebetulan menjelang deadline, ide dan kreatifitas menulis keluar berhamburan. Susahnya kalau justru yang terjadi adalah writer’s block alias mampet ide. Selama ini yang saya lakukan supaya tidak terjebak dalam situasi seperti itu (meskipun sesekali masih juga terjadi) adalah sebagai berikut:

1. Memilih jenis lomba/kompetisi/peluang menulis dengan topik yang diminati. Tidak semua peluang menulis cocok untuk kita. Memilih topik yang akrab dan kita minati akan membantu kita menemukan ide dan menuliskannya.

2. Menulis dan segera mengirimkannya tanpa harus menunggu deadline. Kalau bisa selesai hari ini, kenapa harus menunggu seminggu lagi?

3. Memasang reminder di cellphone sekurang-kurangnya seminggu sebelum deadline, supaya tidak kelabakan jika tahu deadline sudah di depan mata.

4. Mencatat di kalender sebagai pengingat. Ada satu kalender tergantung di dinding tepat di depan kompi saya, dan itu jadi pengingat kapan deadline menulis tiba.

5. Pasang target untuk diri sendiri kapan mulai menulis dan kapan harus selesai. Ini untuk menghindari kebiasaan ngebut menulis saat deadline tiba. Memang inspirasi kadang-kadang muncul justru di saat kepepet, tapi kalau kita bisa mengembangkan kebiasaan yang lebih efektif, kenapa tidak dicoba?

Itu beberapa hal yang saya lakukan selama ini. Mungkin banyak yang punya ide serupa atau ide lain tentang bagaimana menyiasati deadline. Yang jelas, deadline sebaiknya tidak dilihat sebagai alasan untuk menunda menulis. Karena ide dan mood menulis terkadang datang jauh sebelum itu, dan sebelum ide serta mood itu hilang, sebaiknya segera kita tuliskan.

Picture taken from: http://shahsubodh.wordpress.com/2009/04/27/my-journey-memory-lane/