Hamil Karena Sperma di Air atau Tanpa Penetrasi, Mungkinkah?

Posted on Desember 19, 2012

244


index pregnant

(Catatan: bagi yang pertanyaannya tidak saya loloskan di kolom komentar, bisa melanjutkan bertanya via inbox Facebook. Sebab banyak sekali pertanyaan yang seram-seram. Saya jadi ngeri mau memajangnya di blog, hehehe…. Sorry kalau ada yang kena sensor πŸ™‚ )

Kasus Magdalena Kwiatkowska mungkin adalah kasus yang paling populer tentang gadis yang hamil karena kemasukan sperma di kolam renang. Orang tuanya menggugat pemilik hotel tempat mereka berlibur, karena anaknya hamil sehabis berenang di kolam renang hotel tersebut.

Banyak cerita serupa beredar di tanah air, dengan versi lokasi yang berbeda-beda. Kolam renang, sungai, laut, bak mandi. Bahkan banyak yang percaya bahwa sperma bisa bertahan dalam air selama lebih dari 48 jam.

Banyak juga cerita tentang orang yang tiba-tiba saja hamil padahal masih gadis, atau tidak melakukan penetrasi. Kadang cerita ini dibumbui dengan aneka tahayul tentang ulah makhluk halus, yang tentu saja makin mengaburkan fakta yang sesungguhnya.

Beberapa hari lalu saya sempat mendiskusikan hal ini dengan seorang kawan saya yang mengajar di Fakultas Kedokteran. Lalu saya putuskan, alangkah baiknya jika hasil diskusi tersebut saya cantumkan di blog ini agar semakin banyak orang yang mendapat informasi yang benar. Terutama bagi remaja, yang umumnya banyak tidak tahu tentang hal ini.

Inilah poin-poin penting yang perlu diketahui:

1. Kehamilan karena kemasukan sperma di air dapat dibilang MUSTAHIL terjadi. Sebab, sperma tidak dapat bertahan lama dalam lingkungan luar, kecuali dalam lingkungan atau wadahΒ  yang sudah disetting untuk dapat memungkinkan sperma tetap hidup. Misalnya dalam larutan ringer yang digunakan di lab atau untuk analisa.

Lingkungan seperti sungai, laut, kolam renang, bukanlah tempat ideal untuk sperma. Ia akan langsung mati dalam hitungan detik atau menit, dan tidak akan mampu berenang ke dalam tubuh manusia dan membuahinya. Organ reproduksi manusia tidak seperti ikan, katak, atau kerang-kerangan, yang mampu melakukan pembuahan eksternal. Juga bukan seperti cacing atau tumbuhan tertentu yang mampu melakukan Parthenogenesis.

Kehamilan karena kemasukan sperma di air baru mungkin terjadi jika dibarengi dengan aktifitas seks seperti heavy petting atau penetrasi, dan perempuan dalam keadaan lumas. Jika hanya karena percikan dari satu dua orang, sangat kecil kemungkinan menimbulkan kehamilan, karena sperma akan segera tercerai-berai dan mati.

2. Untuk membuimages1at seseorang hamil, memang hanya diperlukan satu sperma yang membuahi satu sel telur. Namun dalam satu kali semprotan, setidaknya terdapat antara 40 juta hingga 600 juta sel sperma di dalamnya. Jadi setitik saja ada air mani jatuh dan masuk, sudah memungkinkan untuk menyebabkan kehamilan.

3. Heavy petting termasuk aktifitas yang riskan sebagai penyebab kehamilan. Apalagi jika si perempuan dalam keadaan subur dan lumas, dan si pria juga sehat.

4. Hamil padahal tidak penetrasi? Itu sangat mungkin terjadi. Cairan pelumas awal dari pria sudah mengandung sperma sekalipun jumlahnya tidak sebanyak dalam mani. Dalam cairan pelumas awal saja sudah mengandung jutaan sperma, sementara kita tidak pernah tahu sperma yang mana yang larinya paling kencang dan sukses. Bisa dari pelumas awal, bisa dari ejakulasi.

5. Sperma bisa menembus selaput dara. Jadi, orang bisa hamil sekalipun masih gadis, terutama kalau si perempuan dalam keadaan lumas, yang berarti mempermudah sel sperma berenang masuk. Jadi sekali lagi, penetrasi bukan satu-satunya cara untuk bisa menyebabkan hamil. Sekedar gesekan pun sudah memungkinkan, kalau ada tumpahan sel sperma sedikit saja yang masuk.

6. Tumpah di luar atau coitus interruptus (ditarik sebelum keluar) masih potensial menjadi penyebab kehamilan. Cara ini tidak menjamin perempuan aman, karena masih ada kemungkinan sperma masuk dalam tubuh dari cairan awal atau dari sentuhan di saluran masuk.

7. Tidak ada alat pencegah kehamilan yang 100% aman, namun cara ini masih lebih baik daripada tidak memakai alat pengaman sama sekali. Ada insiden orang hamil karena sedikit saja ceceran dari kondom, atau ceceran pada jari yang menyentuh pintu masuk.

8. Oral sex tidak menyebabkan kehamilan. Ada beberapa hasil studi yang menyebutkan bahwa aktifitas oral sex mempertinggi imunitas perempuan,Β  dan menyebabkannya berpeluang lebih besar untuk dapat hamil. Oral sex juga diduga berkaitan dengan berkurangnya resiko pre-eclampsia para perempuan hamil. (Catatan: dugaan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut).

Namun sekalipun tidak menyebabkan kehamilan, oral sex tidak sepenuhnya aman, terutama dari resiko penularan penyakit. Apalagi jika dilakukan dengan sembarang partner.

9. Melakukan petting dalam keadaan berbusana lengkap secara umum tidak akan menyebabkan kehamilan, kecuali jika ada tumpahan di jalan masuk. Namun jika busana terlalu tipis, terutama jika berpori cukup besar, tentu masih ada peluang sel sperma lolos dan terserap masuk.

Selintas pengetahuan seperti ini perlu, terutama bagi remaja, karena mereka rentan mengalami kehamilan pra nikah dan belum banyak yang paham mengenai cara kerja alat reproduksi manusia. Terutama di Indonesia, jangankan remaja, yang sudah dewasa pun banyak yang buta soal ini dan akhirnya ceroboh.

Kehamilan bukanlah haindex. preventjpgl yang menyenangkan jika terjadi pada saat atau dengan partner yang salah, apalagi jika sampai punya anak yang tidak dikehendaki. Untuk itu, lakukanlah seks dengan aman dan dengan partner yang bertanggungjawab.

Jangan percaya jika ada orang yang berkata aman-aman saja selama tidak dikeluarkan di dalam atau selama tidak penetrasi. Itu keliru dan menyesatkan.

Be wise, be safe. Pakailah alat pengaman. Jika sudah terlanjur melakukan aktifitas seks tanpa pengaman, lakukan test kehamilan di minggu pertama, minggu kedua, dan satu minggu setelah masa menstruasi, terutama jika mengalami keterlambatan jadwal. Lakukan juga check up untuk mengetahui kemungkinan terkena penyakit kelamin yang menular.

Akan lebih baik lagi jika aktifitas seks pra nikah di masa remaja tidak dilakukan. Ada banyak pilihan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, yang bisa menyalurkan energi, karya, serta kreatifitas ke arah yang lebih produktif. Juga ada banyak pilihan untuk mengenal lawan jenis dengan cara yang lebih aman.

Percayalah, hamil dan punya anak tidak seromantis seperti di film atau sinetron. Di dalamnya ada tanggung jawab, toleransi, kerja keras dua pihak, biaya perawatan, biaya melahirkan, dan segala macam biaya lainnya. Belum lagi jika semasa hamil ada masalah kesehatan.

Tanpa memiliki pasangan yang mampu mengerti dan sama-sama bertanggung jawab, sulit untuk bisa melewati masa kehamilan dengan menyenangkan. Apalagi bagi remaja, yang semestinya masih punya banyak waktu untuk belajar dan berkembang di sekolah.

******

sumber foto: dari internet

Posted in: Research, Women