Love Hurts…. Kalo Kamu Kena Tipu!

Posted on November 4, 2011

0


Geram betul saya pagi ini. Pasalnya, lagi-lagi ada teman saya yang hampir kena tipu oleh seorang scammer, tepatnya scammer yang menyasar target dari situs-situs dating dan matrimonial.Entah apakah karena dunia sekarang betul-betul terlanda resesi parah yang tak tertahankan, atau jumlah pemalas makin meningkat dari hari ke hari, kok rasanya scammers makin merajalela; bahkan di situs dating online yang cukup punya reputasi. Sampai menyesal rasanya karena saya sempat merekomendasikan situs itu kepada beberapa orang.

Semalam saya sempat bercerita ke suami tentang pengalaman beberapa kenalan saya yang hampir kena tipu. Tidak disangka suami saya bercerita tentang hal yang sama: nyaris ditipu oleh scammer.

“There was a woman that contact me,” kata dia. Perempuan itu dari Rusia, cantik, dan mengatakan berminat untuk saling mengenal lebih jauh. Namun, setiap kali suami saya mengirim pertanyaan ke dia atau meminta pendapatnya tentang sesuatu, selalu dijawab dengan jawaban yang tidak nyambung. Kemunculannya di layar chatting juga tidak bisa diprediksi; kadang lama, kadang sebentar, dan kadang tidak muncul dalam waktu yang lama. Dia tidak pernah dengan jelas mengatakan apa pekerjaannya, tempat tinggalnya, statusnya, keluarganya.

Lalu tiba-tiba, tidak ada angin tidak ada hujan, si perempuan Rusia itu mengirim email kepada suami saya. “She said that she was deeply in love with me and ready to move to USA, follow her heart. And she asked me to send her some hundred dollars to process her visa,” kisah suami saya lagi dengan sedikit geli. Tentu saja, permintaan aneh bin ajaib itu tidak langsung dia tanggapi. Dia langsung mencari info di internet tentang biaya visa di Rusia dan sebagainya. Ketika dia tahu bahwa biasa pembuatan visa tidak sebesar permintaan si perempuan itu, dia langsung men-delete perempuan tersebut dari daftar kontaknya. Habis perkara.

Ciri-ciri dari scammer Rusia itu sebenarnya hampir sama dengan setiap scammer yang pernah mengontak beberapa kenalan saya itu. Umumnya nggak nyambung kalau diajak ngobrol. Kita nanya A, dia jawabnya kemana… kita tanya B dia jawabnya ke mana….. Kalaupun menjawab, biasanya lebih sering berbumbu “I love you” dan “I fell in love with you soooo deeply… sooo much….” sehingga mengaburkan fokus kita dari pertanyaan yang kita ajukan padanya.

Terlalu cepat bilang jatuh cinta. Yep, itu mudah sekali dilihat. Baru chatting sekali, langsung bilang cinta pada pandangan pertama dan ngajak nikah secepat mungkin. Halaaahhh… Sekalipun kita percaya pada konsep cinta pada pandangan pertama, tapi kalau ditaksir orang dengan cara begitu (di internet pulak!), kalo nggak kabur ya pasti akan mengerutkan kening dan berkomentar, “Are you nuts?”

Selanjutnya, maksa-maksa minta nomor HP, ngajak chatting di YM, maksa minta alamat lengkap sekalian dengan foto dan fotokopi identitas diri. Alasannya untuk kelengkapan transfer uang. Hmmm… too good to be true. Baru kenal sebulan udah janji mau ngirim uang. Hmmm….

Ohya, jangan salah…. mereka juga biasanya ngaku sooo religious… sangat memperhatikan urusan moral, sangat menekankan pada kita untuk benar-benar jujur… Hmmm….

Antusias banget pengen datang mengunjungi kita dalam waktu beberapa hari dan bicara tentang soal pernikahan melulu. It’s so heavenly amazing and romantic…. and…. so fake! Ongkos pesawat dari US ke Indonesia itu ratusan dollar, apalagi kalau beli mendadak. Adakah orang yang akan menghamburkan uang begitu saja demi mengunjungi seseorang yang baru dia kenal seminggu di internet? Nawwww…. Adakah orang asing yang sama sekali belum pernah mengunjungi negara kita lalu dengan yakin akan datang langsung ke rumah kita tanpa seorang pemandu atau teman? Tentu saja tidak! Dan adakah orang yang mengaku punya pekerjaan mapan, konsultan perusahaan asing, bertitel tinggi, lalu datang ke negara kita dengan membawa uang cash satu tas penuh? No way.

Dan ciri yang paling mudah untuk dikenali adalah… darammm darammmm…. yak, betul! Ujung-ujungnya dia pasti akan minta dikirimi uang, baik karena alasan visa ataupun karena dia ditahan oleh imigrasi dan uangnya yang satu kresek penuh dirampas oleh mereka! Duh, kesannya jadi brengsek banget yak petugas imigrasi. Wong yang bawa tas kresek itu konsultan loh… sekali lagi, konsultan! Atau businessman! Masa iya tega-teganya mereka menahan dia….. duuuhh…..

Well, saya rasa cuma ada satu kunci agar terhindar dari jenis-jenis penipu semacam ini. Tetap berhati-hati dan rasional. Usahakan tidak terlalu cepat terbuai oleh kata-kata manis, oleh janji pernikahan, janji uang, dan janji-janji lainnya sebelum benar-benar bisa dipastikan segala identitasnya bukan identitas palsu. Lacak identitasnya di internet, lacak IP addressnya, dan lacak segalanya kalau hati kita merasa ada yang tidak beres dengan seseorang yang ktia kenal di dunia maya.

pic copied from: http://www.123vouchercodes.co.uk/blog/little-known-internet-secrets/our-take-on-internet-fraud-and-scammers-from-nigeria.html