
Tahun 2023 ini sepertinya merupakan tahun kulminasi buatku. Tahun yang paling gonjang-ganjing, paling mengejutkan, dan insyaallah juga paling damai. Salah satu bukti lagi, bahwa segala sesuatu di Semesta ini pasti berpasangan. Ada duka, ada bahagia. Ada kehilangan, ada ganti. Ada kekacauan, juga ada ketenangan.
Bermula dari akhir tahun lalu yang mengejutkan, di mana hanya selang tiga hari saja saya minta didoakan oleh sahabat saya agar bisa umroh, tahu-tahu itu terkabul. Disusul kemudian oleh kehilangan yang paling tak terduga, yakni wafatnya kakak. Namun sekaligus itu jadi pembuka lembaran baru dalam keluarga. Disusul pertemuan dengan orang-orang dan tempat yang tak terduga, yang mengabarkan padaku tentang rahasia di masa mendatang, yang belum bisa kuceritakan. Everything is full of surprise. Weird, unusual, a bit frightening, but at the same time calm me down.
Terakhir, tanggal 10 Muharram kemarin, tepatnya tanggal 29 Juli. Aku dihampiri visi, yang seolah menuntunku agar sepenuhnya menerima apapun yang dihadiahkan padaku. Selama ini aku lebih sering menolak kehidupan “janggal” yang kujalani, semata-mata karena aku tidak ingin kelihatan berbeda. Aku ingin hidup normal dan damai saja, tanpa gonjang-ganjing yang melelahkan. Namun nyatanya, tetap saja aku berdiri di perbatasan antara dua dunia. Yang terlihat dan tak terlihat. Yang diketahui dan yang tak diketahui. Yang terang dan yang tersembunyi.
Aku tidak bisa memilih hanya salah satu. Aku sudah mencobanya. Mencoba untuk sepenuhnya dalam dunia nyata saja. Namun itu tak berhasil. Justru malah aku yang seperti kehilangan diri sendiri, gamang dan mencoba mencari pegangan ke sana kemari.
Sampai kemudian visi itu kembali datang, setelah sekian lama aku merasa tak mungkin melihatnya lagi. Dan kali ini, kehadirannya tidak membuatku takut lagi. Justru yang kurasakan adalah bahagia. Rasa tenang, rasa genap, dan percaya bahwa sudah waktunya aku menerima segala yang memang diperuntukkan buatku secara penuh. Tidak lagi meragukan diriku sendiri, dan tidak lagi melihat keberadaanku di perbatasan sebagai hal yang absurd.
Setiap orang punya perjalanan jiwanya sendiri. Tidak masalah jika proses kita berbeda dari yang lain. Sebab pada dasarnya, setiap orang memang diciptakan istimewa dengan keadaannya masing-masing.
Accept yourself.
…
*Momen 10 Muharram ini kuabadikan dulu dalam catatan kecil ini. Sampai kelak tiba saatnya aku bisa bercerita lebih lengkap.


Rahayu Pawitri
Juli 30, 2023
Ku tunggu mbakyu lanjutan ceritanya (siapin kertas, pasti banyak yg bisa dicatat 😁)
Artha Julie Nava
Agustus 2, 2023
Siyaaappp 😀