Hujan adalah sesuatu yang paling kusukai dari musim. Tetesan-tetesannya yang jatuh menimpa genting, menimpa rumput dan pepohonan, rumah, jalanan, tanah kering, dan rasanya yang dingin sejuk di kulit. Dulu bersama dengan sahabatku, Nana namanya, kami biasa menandai pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dengan cara melihat kelopak-kelopak bunga pohon flamboyan. Jika flamboyan tersebut mulai […]
Februari 4, 2011
Siapakah diri kita sebenarnya, hingga merasa berhak menggugatNya — demikian seseorang pernah berkata pada sang karib — sedang bila Ia meminta keseluruhan diri, tak satupun bisa mengelaknya. Sang karib tersebut baru saja kembali dari perjalanannya yang panjang -dimana semua yang dilihatnya membuat dirinya masygul; mengapa sebagian manusia demikian sulit hidup di bumi, sementara sebagian lainnya […]
Februari 4, 2011
Sejak pohon angsana besar yang menaungi sebagian halaman samping kantor ditebang, pemandangan dari jendela sebelah meja kerja saya menjadi terlalu jelas, termasuk cahaya petir saat hujan lebat, tembok pagar, tanah tak berumput, dan pohon cemara di halaman tetangga. Tapi dulu saya tidak terlalu memperhatikannya, karena keburu jerih dengan cahaya petir saat hujan, maka saya melapisinya […]
Februari 4, 2011
Menjelang malam, dua perempuan sedang berbincang di teras sebuah kafe, dengan secangkir kopi pelepas penat usai jam kantor. Yang seorang, kemudian berkata dengan nada masygul atas keraguannya pada keputusan yang diambil oleh teman baiknya. Temannya, seorang perempuan berusia 30-an, yang sedang berada dalam kecemerlangan karirnya dan punya jaringan luas, suatu ketika memutuskan untuk menjalani hidup […]
Februari 5, 2011
4