Mumpung sedang sibuk mengeksplorasi kembali genre novel Romance, sekalian saya sempatkan posting beberapa poin penting tentang sejarahnya. Sekalian untuk menyemangati para penulis yang kebetulan berkecimpung di genre ini.
Menulis novel Romance sering dianggap tidak serius, karena temanya yang hanya cinta-cintaan saja, sesekali sex overload, dan tidak perlu mikir panjang. Beberapa penulis pernah mengungkapkan itu. Tidak apa-apa. Pendapat orang lain tidak harus kita ikuti.
Kita menulis HANYA untuk segmen pembaca tertentu, dan untuk kita sendiri. Jika bakat terbesarmu ada di genre Romance, kenapa tidak? Kenapa memaksakan diri menulis di genre yang tidak cocok, hanya semata-mata karena tidak ingin dipandang sebelah mata? Bukankah itu namanya tidak menghargai karunia berupa bakat yang sudah diberikan Tuhan?
Oke, ya? Let’s go back to talk about the history of romance writing genre.

Menurut Wikipedia, novel romantis sebenarnya sudah ada sejak masa Yunani Kuno. Rentang waktunya dimulai sejak sekitar 1500 sebelum Masehi (SM), dan berakhir di tahun 300 SM. Penanda paling gampang tentang berakhirnya era Yunani Kuno adalah wafatnya kaisar Alexander Yang Agung (Alexander the Great) di tahun 325 SM.
Terminologi yang dipakai untuk menandai novel atau prosa di era tersebut adalah Hellenistic Romance. Plot utama adalah tentang sepasang orang yang jatuh cinta, kemudian terpisah karena berbagai ujian atau marabahaya, dan akhirnya bersatu kembali dan hidup bahagia. Itulah PLOT ROMANCE.
Apakah plot novel Romance selalu diakhiri dengan bersatunya sepasang kekasih? Jawabannya: enggak juga. Tetapi, banyak penerbit dan juga pembaca lebih memilih akhir yang bahagia. Sebab, untuk urusan cinta, siapa sih yang sebenarnya dengan sadar memilih patah hati? Nggak ada, bukan? Hehehe… Semua orang pasti minimal pernah berangan-angan bahwa perjalanan cinta mereka berakhir bahagia. Kalaupun harus berakhir dengan patah hati, itu ya karena terpaksa. Nggak bisa melawan suratan nasib, ya udah terima saja. Wkwkwkwk…
Novel-novel di era Yunani Kuno juga demikian. Contohnya, novel berjudul Callirhoe, yang ditulis oleh Chariton di Abad 13, dan baru dipublikasi pada Abad 18. Plotnya sebagai berikut:
—–> Chaereas (pemuda dari Syracuse) jatuh cinta dengan seorang perempuan bernama Callirhoe, putri seorang pejabat yang kecantikannya setara dengan Dewi Aphrodite. Mereka berdua kemudian menikah. Namun, pernikahan itu diricuhi oleh fitnah, yang menyebabkan Chaereas percaya bahwa istrinya selingkuh. Karena kemarahannya, ia menendang Callirhoe hingga jatuh ke jurang. Callirhoe meninggal, dan dimakamkan. Namun sebenarnya, ia hanya koma saja. Ketika gerombolan bajak laut membongkar makamnya, mereka terkejut ketika mendapati Callirhoe bangkit. Callirhoe dijual ke pasar budak, dan dibeli oleh Dionysius, yang kemudian menjadi suaminya. Callirhoe menutup rapat kehamilannya dengan Chaereas dulu, sehingga Dionysius mengira bahwa anak Callirhoe adalah darah dagingnya.
—–> Singkat cerita, Chaereas mendengar kabar bahwa istrinya masih hidup. Ia pun berkelana mencarinya, namun malah tertangkap dan dijual ke pasar budak juga. Ia mengaku sedang mencari istrinya yang bernama Callirhoe. Mendengar cerita itu, sang Raja Persia berusaha membuat keputusan yang adil tentang siapa sebenarnya suami sah Callirhoe. Namun ternyata, sang Raja malah tertarik memperistri Callirhoe juga. Tak lama kemudian, perang dengan balatentara Mesir terjadi. Chaereas membantu tentara Mesir, dan berhasil mengalahkan armada Persia. Saat itulah, ia dan istrinya bertemu kembali, dan pulang ke Syracuse beserta anak mereka. Kisah cinta mereka berakhir bahagia.
*****
Era modern novel romance ditandai dengan munculnya sejumlah penulis, antara lain: Samuel Richardson (penulis novel Pamela, or Virtue Rewarded), Jane Austen (penulis novel Pride and Prejudice), Charlotte Bronte (penulis novel Jane Eyre), kemudian disusul dengan Georgette Heyer (penulis novel The Black Moth), Margaret Mitchell (penulis novel Gone with The Wind), Daphne du Maurier (penulis novel Rebecca).
Selanjutnya, genre novel romance berkembang pesat dan meliputi sejumlah sub-genre, seperti: historical, paranormal, contemporary, erotic/steamy, dark, thriller, comedy, urban, hingga ke genre yang meliputi kepercayaan/agama seperti Christian romance, Amish romance, dan di Indonesia sudah paten sub-genre Islamic romance. Ada juga sub-genre bertema LGBT, Alien, dan sebagainya. Pendek kata, genre Romance bisa dibalut dengan sub-genre apapun.
Saya sedang menyiapkan ringkasan mengenai plot genre Romance. Teman-teman bisa mengunduhnya secara gratis, dan bisa mulai belajar menulis novel sendiri. Nanti jika sudah siap, saya pasang linknya di blog ini. Mohon ditunggu!



Posted on Agustus 14, 2024
0